Minggu, 27 Oktober 2013

RANGKUMAN TUGAS ISD (Ilmu Sosial Dasar) bab 1 sampai bab 4

Nama : Radi Hakiki
NPM : 27113106
Kelas ; 1KB05

BAB I ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI SALAH SATU MATA KULIAH UMUM

ISD: Pengertian, Tujuan ISD dan IPS

1.  Pengertian Ilmu Sosial Dasar ( ISD )
Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmu     pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokan menjadi tiga :
a.    Sciences (Ilmu-ilmu alamiah), meliputi: Fisika, Kimia, Astronomi, Biollogi dan lain-lain.
b.    Sosial Science (Ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari: Sosiologi, Ekonomi, Politi Antropologi, Sejarah, spikologi, geografi dan lain-lain.
c.    Humanities (Ilmu-ilmu Budaya), Meliputi: Bahasa, Agama, Kesusatraan, Kesenian dan lain-lain.


Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau program pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan/ pengajaran yang di Indonesia di berikan di peguruan tinggi. Tegasnya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, seingga leihpeka terhadapnya.


2.  Ilmu sosial dasar dan ilmu pengetahuan sosial
Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kedua-duanya mempunyai persamaan dan perbedaan.
 Adapun persamaan antara keduanya adalah :
a.    Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/ pengajaran.
b.    Keduanya bukan disipli ilmu yang berdiri sendiri.
c.    Kedunya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial.
Adapun perbedaan antara keduanya adalah :
a.    Ilmu Sosial Dasar diberikian di peguruan tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di sekolah dasar dan sekolah berkelanjutan.
b.    Ilmu Sosial Dasar merupakan satu matakuliah tunggal, sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan).
c.    Ilmu Sosial Dasar diarahkan pembentukan sikap dan kepribadian, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pebentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual.

3.  Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar
Materi Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Untuk dapat menelaah masalah-masalah sosial, hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengidentifikasi kenyataan-kenyataan sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu :
kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan  masalah sosial tertentu.  
Kenyataan-kenyataan sosial tersebut sering di tanggapi berbeda oleh para ahli ilmu-ilmu social, karena adanya perbedaan latar belakang disipli ilmu atau sudut pandangnya. Dala Ilmu Sosial kita menggunakan pendekatan interdisipli/multidisiplin.  
Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah ocial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial.  
Sebagai contoh dari konsep dasar semacam itu misalnya konsep “keaneragaman” dan konsep “Kesatuan social”. Bertolak dari kedua konsep tersebut di atas, maka dapat kita pahami dan sadari bahwa di dalam masyarakat selalu terdapat:
a.    Persamaan dan perbedaan pola pikiran dan pola tingkah laku baik secara individual atau kelompok/golongan.
b.    Persamaan dan perbadaan kepentingan.  




4.  Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu dengan lainnya saling berkaitan.
Ilmu Sosial Dasar terdiri dari 8 (delapan) pokok bahasan:


1.    Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2.    Masalah individu, keluarga dan masyarakat.
3.    Masalah pemuda dan sosialisasi.
4.    Masalah hubungan antara warga Negara dan Negara.
5.    Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
6.    Masalah masyarakat perkotaan dan pedesaan.
7.    Masalah
8.    pengetahuan dan teknologi bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.



BAB II PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

a.  . Pemanfaatan ilmu penduduk
Pertumbuhan penduduk merupaakan salah satu faktor penting dalam masalah ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya.
Apabila pertambahan penduduk tidak dapat diimbangi dengan pertambahan fasilitas penunjang akan menimbulkan masalah
Adapun perkembangan jumlah penduduk dunia sejak 1830-2006 adalah:
                                   


















                                                      













Waktu penggandaan penduduk dunia selanjutnya diperkirakan 35 tahun. Penambahan penduduk disuatu daerah biasanya dipengaruhi faktor:
1.    Kematian (mortalitas)
2.    Kelahiran (fertilitas)
Migrasi.
Didalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/rate. Tingkat/rate adalah kejadian dari peristiwa yang menyatukan bentuk perbandingan (dinyatakan dalam tiap 1000 penduduk).

1.    Kematian
Ada beberapa tingkat kematian. Akan tetapi hanya dua yang akan dijelaskan disini:
a.    Tingkat kematian kasar (Crude Death Rate/CDR)
Adalah banyaknya orang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Secara dinyatakan tiap 1000 orang, rumusnya yaitu:
                                                   












jumlah penduduk yang mewakili suatu tahun tertentu ialah jumlah penduduk pada bulan Juni. Penduduk pertengahan tahun ini dapat dicari dengan rumus:









b.  Tingkat Kematian Khusus (Age Spesifik Death Rate)
Tingkat kematian ini dipengaruhi beberapa faktor seperti umur, jenis kelamin, pekerjaan. Karena perbedaan resiko kematian tersebut,maka digunakan tingkat kematian menurut umur. Dengan tingkat kematian ini menunjukkan hasil yang lebih teliti. Adapun rumusannya:

                         






c.  Fertilisasi (kelahiran Hidup)
Pengukuran fertilisasi tidak sesederhana pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan alas an:
1.    Sulit memperoleh angka statistic lahir hidup karena banyak bayi-bayi yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran, tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran ataupun kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.
2.    Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi meninggal hanya sekali).
3.    Makin tua umur wanita tidaklah berate, bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun.
4.    Didalam pengkuran fertilisasi akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melakukan.
Ada dua istilah asing:
a.    Fecundity (Kesuburan)
Fecundity diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
b.    Fertility adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang/sekelompok wanita. Yang dimaksud lahir hidup adalah kelahiraan dengan tanda-tanda kehidupan seperti bernafas, bergerak, menagis, dan sebagainya. Tingkat kelahiran kasar adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun.















General Fertility Rate (GFR) adalah angka kelahiran per 1000 wanita usia produktif. Wanita yang berumur antara 15-49 tahun. Untuk menghitung angka kelahiran diperlukan jumlah wanita usia subur.
Rumus:
















1.Migrasi
Migrasi merupakan akibat dari keadaan lingkungan alam yang kurang menguntungkan. Langkah-langkah seorang migran dalam menentukan keputusannya untuk pindah ke daerah lain terlebih dahulu ingin mengetahui faktor-faktor:
-          Persediaan sumber daya
-          Lingkungan sosial budaya
-          Potensi ekonomi
-          Alat masa depan.








BAB III INDIVIDU KELUARGA DAN MASYARAKAT

a.    pengertian individu
Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya “yang tak terbagi” yang artinya adalah suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu adalah seseorang yang tidak hanya memiliki peranan khas dalam lingkungan sosialnya, melainkan juga memiliki kepribadian tersendiri. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Individu dalam bertingkah laku menurut pola pribadinya ada tiga, yaitu: menyimpang dari norma, takluk terhadap kolektif dan mempengaruhi sekitar seperti halnya pahlawan ataupun pengacau. Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyrakat yng menjadi latar belakang keberadaanya. Individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya. Manusia sebagai individu salalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya pribadinya. Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan pribadi.

b.    Pengertian pertumbuhan
Pertumbuhan berarti suatu perubahan yang menuju kearah maju dan menjadi lebih dewasa. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Maksud proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalaman atau empiris luar melalui panca indera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam mengenai keadaan batin sendiri yang menimbulkan reflexionis. Lain halnya dengan pendapat dari aliran psikologis Gestalt tentang pertumbuhan. Menurut para ahli dan aliran ini bahwa pertumbuhan adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan, sedang bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain.

c.    Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
1.    Pendirian Nativistik Pada ahli dari golongan ini menunjukkan berbagai kesempatan atau kemiripan antara orang tua dengan anaknya. Misalnya seorang ayah memiliki keahlian di bidang seni lukis maka kemungkinannya besar anaknya juga menjadi pelukis.
2.    Pendirian Empiristik dan Environmentalistik Para ahli berpendapat, bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperanan sama sekali. Jadi menurut pendirian ini menolak dasar dalam pertumbuhan individu dan lebih jauh menekankan pada lingkungan dan konsekuensinya hanya lingkunganlah yang banyak dibicarakan.
3.    Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme Kebanyakan para ahli mengikuti pendirian konvergensi dengan modifikasi seperlunya. Suatu modifikasi yang terkenal yang sering dianggap sebagai perkembangan lebih jauh konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
4.    Tahap Pertumbuhan Individu Berdasar Psikologi Pertumbuhan individu sejak lahir sampai masa dewasa atau masa kematangan itu melalui beberapa fase sebagai berikut :
a.    Masa Vital yaitu dari 0.0 samapi kira-kira 2.0 tahun.
b.    Masa Estetik dari umur kira-kira 2.0 tahun sampai kira-kira 7.0 tahun.
c.    Masa Intelektual dari kira-kira umur 7.0 tahun sampai kira-kira umur 13.0 tahun atau 14.0 tahun.
d.    Masa Sosial, kira-kira umur 13.0 tahun atau 14.0 tahun sampai kira-kira umur 20.0 tahun atau 21.0 tahun

1.    Fungsi Keluarga
Keluarga adalah unit / satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Keluarga biasanya terdiri dari suami, isteri dan anak-anak. Anak-anak inilah yang nantinya berkembang dan mulai bisa melihat dan mengenal arti diri sendiri dan kemudian belajar melalui pengenalan itu.

a.    Pengertian Fungsi Keluarga
Dalam kehidupan keluarga sering kita jumpai adanya pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan. Suatu pekerjaan atau tugas yang harus dilakukan itu biasa disebut fungsi. Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.
b.    Macam-Macam Fungsi Keluarga
1.    Fungsi Biologis
Dengan fungsi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan-persiapan perkawinan bagi anak-anaknya. Karena dengan perkawinan akan terjadi proses kelangsungan keturunan.
2.    Fungsi Pemeliharaan
Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya terlindung dari gangguan udara, penyakit dan bahaya lainnya
3.    Fungsi Ekonomi
Keluarga berusaha menyelenggarakan kebutuhan manusia yang pokok yaitu, kebutuhan makan dan minum, kebutuhan pakaian untuk menutup tubuhnya dan kebutuhan tempat tinggal.
4.    Fungsi Keagamaan
Keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
5.    Fungsi Sosial
Keluarga berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal-bekal selengkapnya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat.




2.    Hubungan antara Individu, Keluarga dan Masyarakat
a.    Makna Individu
Manusia adalah makhluk individu. Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisahkan antara jiwa dan raganya. Pendapat lain bahwa manusia sebagai makhluk individu, tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan jiwa raga, melainkan juga dalam arti bahwa tiap-tiap orang itu merupakan pribadi(individu) yang khas menurut corak kepribadiannya, termasuk kecakapan-kecakapan serta kelemahan-kelemahannya.
b.    Makna Keluarga
Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah group yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita, perhubungan mana sedikit banyak berlangsung lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak. Disini kita sebutkan 5 macam sifat terpenting, yaitu :
1. Hubungan suami-isteri
2. Bentuk perkawinan di mana suami-isteri itu diadakan dan dipelihara
3. Susunan nama-nama dan istilah-istilah termasuk cara menghitung keturunan
4. Milik atau harga benda keluarga
5. Pada umumnya keluarga itu tempat bersama / rumah bersama
c.    Makna Masyarakat
Seperti halnya dengan definisi sosiologi yang banyak jumlahnya kita dapati pula definisi-definisi tentang masyarakat yang juga tidak sedikit. Mengenai arti masyarakat ini, baiklah di sini kita kemukakan beberapa definisi mengenai masyarakat itu, seperti misalnya :
1. R. Linton : Setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka itu mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu
2. M.J Herskovist : Kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu
3. J.L Gillin dan J.P Gillin : kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama
4. S.R Steinmetz : Kelompok manusia yang terbesar yang meliputi pengelompokkan-pengelompokkan manusia yang lebih kecil, yang mempunyai hubungan yang erat dan teratur
5. Hasan Shadily : Golongan besar atau kecil dari beberapa manusia, dengan atau karena sendirinya, bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama lain.
Kelompok manusia yang dimaksud di atas yang belum terorganisasikan mengalami proses fundamental, yaitu :
1. Adaptasi dan organisasi dari tingkah laku para anggota
2. Timbul perasaan berkelompok secara lambat laun atau lesprit de corps Proses ini biasanya bekerja tanpa disadari dan diikuti oleh semua anggota kelompok dalam suasana trial dan error. Mengingat definisi-definisi masyarakat tersebut di atas, maka dapat di ambil kesimpulan, bahwa masyarakat harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :
a. Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang
b. Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama dalam suatu daerah tertentu
c. Adanya aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.
Hal ini disebabkan manusia sejak lahir mempunyai 2 hasrat / keinginan, yaitu :
- Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya (yaitu masyarakat), ilmu sosial
- Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana sekelilingnya.
Menurut Ellwood, faktor-faktor yang menyebabkan manusia hidup bersama, adalah :
a. Dorongan untuk mencari makan
b. Dorongan untuk mempertahankan diri
c. Dorongan untuk melangsungkan jenis.
 Jadi masyarakat itu dibentuk oleh individu-individu yang beradab dalam keadaan sadar. Individu-individu yang hilang ingatan, individu-individu yang fikirannya rusak, individu-individu type bertapa tidak dapat menjadi anggota masyarakat yang permanen, melainkan hanyalah kepada mereka yang benar-benar saling mengikatkan dirinya dengan individu-individu lainnya.














Minggu, 20 Oktober 2013

TUGAS ISD ( Ilmu Sosial Dasar ) RANGKUMAN TUGAS DARI MINGGU PERTAMA SAMPAI KE- 4

NAMA    : RADI HAKIKI
KELAS   : 1KB05
NPM       : 27113106
TUGAS   : ISD ( ILMU SOSIAL DASAR ) RANGKUMAN
                  TUGAS 1 BULAN

Ø  BUDAYA INDONESIA
Budaya indonesia adalah budaya seluruh kebudayaan nasional , kebudayaan lokal , maupun kebudayaan asal asing yang telah ada diindonesia sebelum indonesia merrdeka pada tahun 1945.
Ø  KEBUDAYAAN NASIONAL
Defenisi kebudayaan nasional adalah menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni :
Kebudayaan nasional yang berlandasan pancasila adalah perwujudan cipta , karya dan karsa bangsa indonesia merupakan keseluruhan daya upaya manusia indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa , serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian pembangunan yang berbudaya. Departemen pendidikan dan kebudayaan , wujud , arti dan puncak-puncak kebudayaan lama dan asli bagi masyarakat pendukungnya.
Ø  7 UNSUR BUDAYA ( ARTINYA )
1.     Sistem upacar
keagamaan setiap kebudayaan terdapat kepercayaan yang dianut. Kepercayaan yang dianut diindonesia itu ada 5 yaitu : islam, kristen, protestan, katolik, hindu, dan budha. Dari kelima agama tersebut terdapat upacara keagamaan berbeda-beda.
2.     Sistem dan Organisasi
Kemasyarakatan kebudayaan diindonesia beragam sangat banyak. Terdapat masyarakat jawa ,sunda ,bugis dsb. Dari bermaca-macam kebudyaan tersebut ,perlu ditanamkan nilai-nilai bkemanusiaan yaitu membiasakan bergaul dengan kebudayaan yang lain. Dan berinteraksi dengan rukun.
3.     Bahasa kebudayaan
Bahasa kebudayaan yang beragam sangan berpengaruh pada bahasa yang dipakai nya. Contoh nya bahasa inggris ,jerman ,italia ,sunda ,jawa dsb. Dari banyak bahasa tersebut kita dapat meempelajarinya untuk pengetahua yang lebih luas.
4.     Sistem Pengatahuan
Ada banyak sistem pengetahuan misanya pertanian ,perbintangan ,prdagangan/bisnis ,hukum , perundang-undangan ,pemerintahan/politik dsb.
Hal tersebut juga bagian dari kebudayaan.
5.     Kesenian
Salah satu ciri khas dari kebudayaan adalah kesenian ,banyak hal yang bisa kita pelajari mengenasi kesenian ,misal nya seni sastra ,lukis ,tari ,drama ,musik ,kriadan lain sebagainya. Hal tersebut bagian khas yang dimiliki setiap daerah manapun dan setiap negara manapun.
6.     Sistem Mata Pencaharian Hidup
Pencarian sangan diperlukan untuk setiap masyarakat karena bermanfaat untuk memenuhi kehidupan manusia misalnya kaum pegawai atau karyawan ,kaum ,petani ,nelayan ,pedagang , buruh.
7.     Sistem Teknologi dan Peralatan
Teknologi semakin lama semakin luas ,karena makin banyaknya masyarakat yang hidup moderen. Teknologi sangat diperlukan akan tetapi tidak untuk ,melakukan perbuatan yang melanggar norma-norma yang berlaku.

Ø  PERCAMPURAN BUDAYA DIMASYARAKAT SEBUTKAN DAN ULAS MENGENAI EFEK NEGATIF DAN POSITIF NYA
Contoh budaya indonesia dan budaya asing prihal budaya cakupannya akan sangat luas ,karena budya berhubungan dengan kebiasaan ,adat ,dan satu yang dianggap penting oleh sekelompok masyarakat budaya sendiri ,memiliki proses pembentukan contohnya asimilasi budaya ,contohnya : indonesia memiliki ragam Pemandangan yang berwarna-warni, keindahan tersebut bahkan dapat dirasakan oleh mereka yang datang dari luar negri. Proses asimilasi budaya dapat terjadi apabila : ada beberapa kelompok dengan kebudayaan yang berbeda yang tinggal disuatu wilayah yang sama. Beberapa kelompok budaya yang berbeda budaya tersebut, melakukan interaksi dalam waktu yang lama dan cukup intensif. Masing-masing budaya memiliki kemungkinan untuk menyesuaikan diri, dalam arti dapat membuka diridalam kebudayaan baru.

Ø  BEBERAPA FAKTOR YANG MEMBUAT PROSES PERCAMPURAN BUDAYA TERSEBUT LEBIH MUDAH YAITU :
·         Masing-masing kelompok budaya yang memiliki toleansi terhadap budaya orang lain.
·         Masing-masing kelompok kelompok memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati kelayakan berbeda budaya.

Dampak negatif dari percampuran budaya dimasyarakat karena adanya percampuran budaya terkadang menjadi sulit untuk mengetahui penduduk aslinya dan kebudayaan budaya.

Dampak positif dari percampuran budaya dimasyarakat  adalah antara budaya yang berbeda bisa saling memahami dan belajar untuk mengerti budaya masing-masing.=

Sabtu, 19 Oktober 2013

PERCAMPURAN BUDAYA DI MASYARAKAT SEBUTKAN DAN JELASKAN PERCAMPURAN BUDAYA DI MASYARAKAT DAN ULAS MENGENAI EFEK NEGATIF DAN POSITIFNYA.

 CONTOH BUDAYA ASING DENGAN BUDAYA INDONESIA  MEMBICARAKAN PRIHAL BUDAYA CAKUPANNYA AKAN SANGAT LUAS, KARENA BUDAYA BERHUBUNGAN DENGAN KEBIASAAN, ADAT, DAN SUATU YANG DI ANGGAP PENTING OLEH SEKELOMPOK MASYARAKAT BUDAYA SENDIRI, MEMILIKI PROSES PEMBENTUKAN CONTOH NYA ASIMILASI BUDAYA, CONTOHNYA :    INDONESIA MEMILIKI RAGAM BUDAYA YANG UNIK, KERAGAMAN TERSEBUT MEMBENTANG DARI SABANG SAMPAI MARAUKE, MENAWARKAN SEBUAH PEMANDANGAN YANG BERWARNA WARNI, KEINDAHAN TERSEBUT BAHKAN DAPAT DIRASAKAN OLEH MEREKA YANG DATANG DARI LUAR NEGRI. PROSES ASIMILASI BUDAYA DAPAT TERJADI APABILA : ADA BEBERAPA KELOMPOK DENGAN KEBUDAYAAN BERBEDA YANG TINGGAL DISUATU WILAYAH YANG SAM. BEBERAPA KELOMPOK YANG BERBEDA BUDAYA TERSEBUT, MELAKUKAN INTERAKSI DALAM WAKTU YANG LAMA DAN CUKUP INTESIF. MASING MASING BUDAYA MEMILIKI KEMUNGKINAN UNTUK MENYESUAIKAN DIRI, DALAM ARTI DAPAT MEMBUKA DIRI DALAM KEBUDAYAAN BARU. JUGA ADA BEBERAPA FAKTOR YANG MEMBUAT PROSES PERCAMPURAN BUDAYA TERSEBUT LEBIH MUDAH, YAITU :  > MASING MASING ANGGOTA KELOMPOK YANG BERBEDA BUDAYA MEMILIKI TOLERANSI TERHADAP BUDAYA ORANG LAIN.  > MASING MASING KELOMPOK MEMILIKI KESEMPATAN YANG SAMA UNTUK MENIKMATI KELAYAKAN KEHIDUPAN SECARA FINANSIAL.  > TERJADINYA PERNIKAHAN ANTARA DUA KELOMPOK BERBEDA BUDAYA.  DALAM PERKEMBANGANNYA, AKIBAT PERPINDAHAN ATAU HUBUNGAN ANTAR MASYARAKAT DALAM BERBAGAIKEGIATAN, PERSINGGUNGAN BAHKAN PERCAMPURAN ANTARA KEBUDAYAAN SATU DENGAN KEBUDAYAAN YANG LAIN TIDAK AKAN TERHINDARKAN. PROSES PERTEMUAN DUA KEBUDAYAAN YANG BERBEDA MENYEBABKAN TERJADINYA AKULTURASI DAN ASIMILASI (POERWANTO, 1997). AKULTURASI TERJADI KETIKA KELOMPOK-KELOMPOK INDIVIDU YANG MEMILIKI KEBUDAYAAN YANG SALING BERBEDA BERHUBUNGAN LANGSUNG DAN INTENSIF SEHINGGA KEMUDIAN MENYEBABKAN PERUBAHAN POLA KEBUDAYAAN PADA SALAH SATU ATAU KEDUA KEBUDAYAAN TERSEBUT (SYAM, 2005). SYAM MENYEBUTKAN BAHWA AKULTURASI LEBIH MERUPAKAN PENGKAYAAN SUATU KEBUDAYAAN TANPA MERUBAH CIRI AWAL KEBUDAYAAN TERSEBUT. ASIMILASI ADALAH PROSES PELEBURAN KEBUDAYAAN DIMANA SATU KEBUDAYAAN DAPAT MENERIMA NILAI-NILAI KEBUDAYAAN YANG LAIN DAN MENJADIKANNYA BAGIAN DARI PERKEMBANGAN KEBUDAYAANNYA (PARK DAN BURGESS DALAM POERWANTO, 1997).  RAPOPORT (1994) MENYEBUT AKULTURASI INI SEBAGAI SALAH SATU BENTUK KEBUDAYAAN BERKELANJUTAN (CULTURAL SUSTAINABILITY) YANG MERUPAKAN UPAYA SUATU KEBUDAYAAN AGAR DAPAT BERTAHAN. WALAUPUN SUATU KEBUDAYAAN PASTI BERUBAH, YANG DIHARAPKAN ADALAH SEBUAH PERKEMBANGAN, DENGAN TETAP MEMPERTAHANKAN KARAKTER DARI KEBUDAYAAN TERSEBUT. PERUBAHAN LEBIH MERUPAKAN ADAPTASI TERHADAP TUNTUTAN DAN TATANGAN BARU AGAR KEBUDAYAAN TERSEBUT DAPAT TETAP HIDUP. DENGAN DEMIKIAN ADA BAGIAN-BAGIAN YANG TETAP EKSIS DAN MENJADI CIRI KUAT DARI KEBUDAYAAN TERSEBUT SERTA ADA BAGIAN-BAGIAN YANG BERUBAH MENYESUAIKAN PERKEMBANGAN JAMAN (CONTINUITY AND CHANGE). UNSUR-UNSUR YANG TETAP DIPERTAHANKAN DAN DITURUNKAN ANTAR GENERASI MENJADI TRADISI KEBUDAYAAN.  DALAM PERKEMBANGANNYA, AKIBAT PERPINDAHAN ATAU HUBUNGAN ANTAR MASYARAKAT DALAM BERBAGAIKEGIATAN, PERSINGGUNGAN BAHKAN PERCAMPURAN ANTARA KEBUDAYAAN SATU DENGAN KEBUDAYAAN YANG LAIN TIDAK AKAN TERHINDARKAN. PROSES PERTEMUAN DUA KEBUDAYAAN YANG BERBEDA MENYEBABKAN TERJADINYA AKULTURASI DAN ASIMILASI (POERWANTO, 1997). AKULTURASI TERJADI KETIKA KELOMPOK-KELOMPOK INDIVIDU YANG MEMILIKI KEBUDAYAAN YANG SALING BERBEDA BERHUBUNGAN LANGSUNG DAN INTENSIF SEHINGGA KEMUDIAN MENYEBABKAN PERUBAHAN POLA KEBUDAYAAN PADA SALAH SATU ATAU KEDUA KEBUDAYAAN TERSEBUT (SYAM, 2005). SYAM MENYEBUTKAN BAHWA AKULTURASI LEBIH MERUPAKAN PENGKAYAAN SUATU KEBUDAYAAN TANPA MERUBAH CIRI AWAL KEBUDAYAAN TERSEBUT. ASIMILASI ADALAH PROSES PELEBURAN KEBUDAYAAN DIMANA SATU KEBUDAYAAN DAPAT MENERIMA NILAI-NILAI KEBUDAYAAN YANG LAIN DAN MENJADIKANNYA BAGIAN DARI PERKEMBANGAN KEBUDAYAANNYA (PARK DAN BURGESS DALAM POERWANTO, 1997).  RAPOPORT (1994) MENYEBUT AKULTURASI INI SEBAGAI SALAH SATU BENTUK KEBUDAYAAN BERKELANJUTAN (CULTURAL SUSTAINABILITY) YANG MERUPAKAN UPAYA SUATU KEBUDAYAAN AGAR DAPAT BERTAHAN. WALAUPUN SUATU KEBUDAYAAN PASTI BERUBAH, YANG DIHARAPKAN ADALAH SEBUAH PERKEMBANGAN, DENGAN TETAP MEMPERTAHANKAN KARAKTER DARI KEBUDAYAAN TERSEBUT. PERUBAHAN LEBIH MERUPAKAN ADAPTASI TERHADAP TUNTUTAN DAN TATANGAN BARU AGAR KEBUDAYAAN TERSEBUT DAPAT TETAP HIDUP. DENGAN DEMIKIAN ADA BAGIAN-BAGIAN YANG TETAP EKSIS DAN MENJADI CIRI KUAT DARI KEBUDAYAAN TERSEBUT SERTA ADA BAGIAN-BAGIAN YANG BERUBAH MENYESUAIKAN PERKEMBANGAN JAMAN (CONTINUITY AND CHANGE). UNSUR-UNSUR YANG TETAP DIPERTAHANKAN DAN DITURUNKAN ANTAR GENERASI MENJADI TRADISI KEBUDAYAAN.  RAPOPORT (1994) MENYEBUT AKULTURASI INI SEBAGAI SALAH SATU BENTUK KEBUDAYAAN BERKELANJUTAN (CULTURAL SUSTAINABILITY) YANG MERUPAKAN UPAYA SUATU KEBUDAYAAN AGAR DAPAT BERTAHAN. WALAUPUN SUATU KEBUDAYAAN PASTI BERUBAH, YANG DIHARAPKAN ADALAH SEBUAH PERKEMBANGAN, DENGAN TETAP MEMPERTAHANKAN KARAKTER DARI KEBUDAYAAN TERSEBUT. PERUBAHAN LEBIH MERUPAKAN ADAPTASI TERHADAP TUNTUTAN DAN TATANGAN BARU AGAR KEBUDAYAAN TERSEBUT DAPAT TETAP HIDUP. DENGAN DEMIKIAN ADA BAGIAN-BAGIAN YANG TETAP EKSIS DAN MENJADI CIRI KUAT DARI KEBUDAYAAN TERSEBUT SERTA ADA BAGIAN-BAGIAN YANG BERUBAH MENYESUAIKAN PERKEMBANGAN JAMAN (CONTINUITY AND CHANGE). UNSUR-UNSUR YANG TETAP DIPERTAHANKAN DAN DITURUNKAN ANTAR GENERASI MENJADI TRADISI KEBUDAYAAN. DAMPAK NEGATIF DARI PERCAMPURAN BUDAYA DI MASYARAKAT ADALAH KARENA ADA NYA PERCAMPURAN BUDAYA TERKADANG MENJADI SULIT UNTUK MENGETAHUI PENDUDUK ASLINYA DAN KEBUDAYAAN ASLI PUN MENJADI TIDAK DI LESTARIKAN KARENA SUDAH ADA NYA PERCAMPURAN BUDAYA. DAMPAK POSITIFNYA DARI PERCAMPURAN BUDAYA DI MASYARAKAT ADALAH ANTARA BUDAYA YANG BERBEDA BISA SALING MEMAHAMI DAN BELAJAR UNTUK MENGERTI BUDAYA MASING-MASING. KEBUDAYAAN MERUPAKAN KESELURUHAN GAGASAN, KARYA SERTA HASIL KARYA MANUSIA YANG DICAPAI MELALUI ‘BELAJAR’. KEBUDAYAAN JUGA MERUPAKAN HASIL ADAPTASI MANUSIA TERHADAP LINGKUNGANNYA. SEBAGAI HASIL BELAJAR DAN BERADAPTASI, KEBUDAYAAN AKAN TERUS BERUBAH MENGIKUTI PERKEMBANGAN JAMAN. DARI NILAI-NILAI KEBUDAYAAN YANG BERKEMBANG TERSEBUT TERDAPAT UNSUR-UNSUR YANG YANG BERKEMBANG SECARA CEPAT, ADAPULA YANG BERKEMBANG SECARA LAMBAT, MENJADI TRADISI. KEBUDAYAAN TRADISIONAL MESKIPUN BERKEMBANG NAMUN TETAP MEMPERTAHANKAN KARAKTER INTINYA YANG DITURUNKAN ANTAR GENERASI. KEBUDAYAAN YANG MENTRADISI MENJADI KARAKTER KUAT SUATU MASYARAKAT PADA TEMPAT TERTENTU, SALAH SATUNYA AKAN TERLIHAT PADA ARTEFAKNYA, ARSITEKTUR TRADISIONAL.  PERUBAHAN KEBUDAYAAN BUDAYA SEBAGAI SEBUAH SISTEM TIDAK PERNAH BERHENTI TETAPI MENGALAMI PERUBAHAN DAN PERKEMBANGAN, BAIK KARENA DORONGAN-DORONGAN DARI DALAM MAUPUN DARI LUAR SISTEM TERSEBUT. PERUBAHAN INI LOGIS TERJADI KARENA ASPEK PROSES ADAPTASI DAN BELAJAR MANUSIA SEHINGGA SELALU MENUJU PADA TATARAN SERTA TUNTUTAN YANG LEBIH BAIK. DENGAN PERUBAHAN TERSEBUT WAKTU DALAM ARTI MASA DAN KESEJARAHAN MENJADI FAKTOR YANG PERLU DIPERHITUNGKAN.




Nama : Radi hakiki
Npm  : 27113106
kelas : 1KB05
Sumber : http://freapp.com/search/?q=Masyarakat%20Dan%20Budaya&infospace=2&gclid=CIihr4DSpLoCFacl4godfnEApA

Rabu, 09 Oktober 2013

PERAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN INDIVIDU SEBAGAI ANGGOTA MASYARAKAT 



Tapi Sebelum itu kita harus tau apa itu arti dari "Keluarga" dan "Masyarakat"

Keluarga merupakan institusi terkecil dalam masyarakat. Masyarakat adalah unit yang membentuk negara. Oleh karena itu, keluarga sangat berperan penting dalam pembentukan setiap karakter individu. Karakter merupakan kunci bagi sumber daya manusia yang berkualitas. Sehingga, pendidikan karakter sejak usia dini merupakan hal yang penting.

Berbagai masalah yang dihadapi di negara kita salah satunya diakibatkan oleh adanya krisis karakter  para pejabat negara. Misalnya saja kasus korupsi. Tidak hanya masalah pejabat negara dengan kasus korupsinya saja, namun juga masalah generasi muda bangsa yang nampaknya sudah jauh dari perilaku baik. Sebut saja tauran antar pelajar, sex pra nikah atau bahkan hal terkecil seperti menyontek, berlaku tidak sopan dengan teman, orang tua maupun guru dan berbicara tidak baik.

Padahal semestinya masalah tersebut tidak akan terjadi jika keluarga melakukan fungsinya dengan benar. Semakin hari, dapat terlihat bahwa hancurnya nilai luhur yang terkandung dalam keluarga. Fungsi keluarga menurut Effendi 1998  khususnya fungsi psikologis adalah memberikan perhatian diantara anggota keluarga, memberikan pendewasaan kepribadian anggota keluarga dan memberikan identitas keluarga. Fungsi pendidikan yaitu salah satunya adalah mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi peranannya dalam kehidupan dewasa, serta fungsi sosialisasi yaitu membentuk norma tingkah laku sesuai dengan perkembangan anak. Sebenarnya, bila keluarga melakukan fungsinya dengan baik, maka semua masalah yang terkait dengan krisis karakter akan terselesaikan. 

Namun, keluarga seringkali melewatkan begitu saja fase kritis dalam pembentukan sikap moral anak. Kadangkala orang tua tidak memikirkan bagaimana perkembangan moral anaknya sehingga tidak terlalu fokus dalam membentuk karakter anak agar menjadi seorang pribadi yang berkualitas di masa yang akan datang.     

Tapi menurut saya pentingnya peran keluarga dalam pembentukan individu  dalam masyarakat terbagi menjadi beberapa unsur:

1. Fungsi Pendidikan

Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa.

2. Fungsi Sosialisasi anak
Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.

3. Fungsi Perlindungan
Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.

4. Fungsi Perasaan
Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.

5. Fungsi Religius
Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada keyakinan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.

6. Fungsi Ekonomis
Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.

7. Fungsi Rekreatif
Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus selalu pergi ke tempat rekreasi, tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga sehingga dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dsb.

8. Fungsi Biologis


Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus.

Memberikan kasih sayang,perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
Argument/opini:
Jadi menurut saya, Keluarga adalah  tempat atau lingkungan yang pertama dan utama bagi individu. Kita sejak lahir hingga saat ini di besarkan di lingkungan keluarga, sebab itu pendidikan pertama dan utama kita peroleh dari lingkungan keluarga itu sendiri, dalam hal ini peran keluarga atau khususnya orang tua sangat besar pengaruhnya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dapat kita simpulkan keluarga adalah bagian yang sangat penting di dalam pembentukan kepribadian seorang anak. Kebaikan dan keburukan adalah salah satu dari cerminan baik buruknya sikap pola asuh yang tertanam di dalam keluarga.  Dari berbagaimacam pola asuh yang anak dapat di dalam keluarga akan membentuk berbagai macam kepribadian seorang anak dalam masyarakat.

SUMBER:
- http://fendi-rossy.blogspot.com/2012/11/peran-keluarga-dalam-pembangunan-bangsa.html
- http://tugasku-4u.blogspot.com/2013/07/pengertian-dan-hubungan-individu-keluarga-dan-masyarakat.ht
- http://resya123.blogspot.com/2010/12/peran-keluarga-terhadap-pembentukan.html


NAMA  : RADI HAKIKI
KELAS : 1KB05
NPM     : 27113106
PERAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN INDIVIDU SEBAGAI ANGGOTA MASYARAKAT 



Tapi Sebelum itu kita harus tau apa itu arti dari "Keluarga" dan "Masyarakat"

Keluarga merupakan institusi terkecil dalam masyarakat. Masyarakat adalah unit yang membentuk negara. Oleh karena itu, keluarga sangat berperan penting dalam pembentukan setiap karakter individu. Karakter merupakan kunci bagi sumber daya manusia yang berkualitas. Sehingga, pendidikan karakter sejak usia dini merupakan hal yang penting.

Berbagai masalah yang dihadapi di negara kita salah satunya diakibatkan oleh adanya krisis karakter  para pejabat negara. Misalnya saja kasus korupsi. Tidak hanya masalah pejabat negara dengan kasus korupsinya saja, namun juga masalah generasi muda bangsa yang nampaknya sudah jauh dari perilaku baik. Sebut saja tauran antar pelajar, sex pra nikah atau bahkan hal terkecil seperti menyontek, berlaku tidak sopan dengan teman, orang tua maupun guru dan berbicara tidak baik.

Padahal semestinya masalah tersebut tidak akan terjadi jika keluarga melakukan fungsinya dengan benar. Semakin hari, dapat terlihat bahwa hancurnya nilai luhur yang terkandung dalam keluarga. Fungsi keluarga menurut Effendi 1998  khususnya fungsi psikologis adalah memberikan perhatian diantara anggota keluarga, memberikan pendewasaan kepribadian anggota keluarga dan memberikan identitas keluarga. Fungsi pendidikan yaitu salah satunya adalah mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi peranannya dalam kehidupan dewasa, serta fungsi sosialisasi yaitu membentuk norma tingkah laku sesuai dengan perkembangan anak. Sebenarnya, bila keluarga melakukan fungsinya dengan baik, maka semua masalah yang terkait dengan krisis karakter akan terselesaikan. 

Namun, keluarga seringkali melewatkan begitu saja fase kritis dalam pembentukan sikap moral anak. Kadangkala orang tua tidak memikirkan bagaimana perkembangan moral anaknya sehingga tidak terlalu fokus dalam membentuk karakter anak agar menjadi seorang pribadi yang berkualitas di masa yang akan datang.     

Tapi menurut saya pentingnya peran keluarga dalam pembentukan individu  dalam masyarakat terbagi menjadi beberapa unsur:

1. Fungsi Pendidikan

Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa.

2. Fungsi Sosialisasi anak
Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.

3. Fungsi Perlindungan
Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.

4. Fungsi Perasaan
Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.

5. Fungsi Religius
Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada keyakinan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.

6. Fungsi Ekonomis
Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.

7. Fungsi Rekreatif
Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus selalu pergi ke tempat rekreasi, tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga sehingga dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dsb.

8. Fungsi Biologis

Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai generasi penerus.
Memberikan kasih sayang,perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
Argument/opini:
Jadi menurut saya, Keluarga adalah  tempat atau lingkungan yang pertama dan utama bagi individu. Kita sejak lahir hingga saat ini di besarkan di lingkungan keluarga, sebab itu pendidikan pertama dan utama kita peroleh dari lingkungan keluarga itu sendiri, dalam hal ini peran keluarga atau khususnya orang tua sangat besar pengaruhnya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dapat kita simpulkan keluarga adalah bagian yang sangat penting di dalam pembentukan kepribadian seorang anak. Kebaikan dan keburukan adalah salah satu dari cerminan baik buruknya sikap pola asuh yang tertanam di dalam keluarga.  Dari berbagaimacam pola asuh yang anak dapat di dalam keluarga akan membentuk berbagai macam kepribadian seorang anak dalam masyarakat.

SUMBER:
- http://fendi-rossy.blogspot.com/2012/11/peran-keluarga-dalam-pembangunan-bangsa.html
- http://tugasku-4u.blogspot.com/2013/07/pengertian-dan-hubungan-individu-keluarga-dan-masyarakat.ht
- http://resya123.blogspot.com/2010/12/peran-keluarga-terhadap-pembentukan.html


NAMA  : RADI HAKIKI
KELAS : 1KB05
NPM     : 27112106

Selasa, 01 Oktober 2013

Nih buat ade-ade yang baru masuk SMK Jurusan TKJ :)

Langkah-Langkah Merakit Komputer

1. Memasang Processor ke Motherboard
Alangkah baiknya sebelum motherboard dipasang ke casing, terlebih dahulu memasang processor karena akan lebih mudah cara memasangnya. Cara memasang processor ke motherboard yaitu :
  • Kita tentukan dulu posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan tanda titik atau lekukan.
  • Angkat tuas pengunci socket ke atas supaya terbuka
  • Sesuaikan posisi kaki processor dengan lubang socket, kalau sudah lalu tekan processor ke dalam socket sampai rapat.
  • Kunci kembali dengan tuas pengunci.

Cara Merakit Komputer  

2. Memasang Motherboard 
Untuk memasang Motherboard pada casing yaitu letakkan motherboard pada tray casing dan sesuaikan lubang antara casing dan lubang motherboard, lalu kunci dengan sekrup.

Cara Merakit Komputer  

3. Memasang Heatsink
Setelah processor terpasang, lalu pasang heatsink supaya processor tidak panas. Heatsink ini diletakkan diatas processor dan diberi penahan supaya tidak lepas. Sebelumnya lapisi heatsink dengan Gel penghantar panas. Apabila heatsink anda ada kipasnya/fan maka konektor power pada kipas/fan hubungkan ke motherboard.

Cara Merakit Komputer  

4. Memasang RAM / Memori
Cara memasang Ram / modul memori yaitu : Buka dulu tuas penguncinya, lalu sesuaikan posisi lekukan pada modul memori dengan lekukan pada slot. Kalau sudah pas lalu tekan dan pasang kembali tuas pengunci RAM / memori.

Cara Merakit Komputer  

5. Memasang Power Supply
Biasanya kalau kita membeli casing pasti power supply sudah terpasang. Nah apabila power supply belum terpasang caranya memaangnya yaitu :
  • Letakkan power supply pada tempatnya yang ada dibelakang casing, lalu kunci dengan sekrup.
  • Pasang konektor power dari power supply ke motherboard berikut kabel-kabelnya.

Cara Merakit Komputer  

6. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
  • Pasang kabel konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
  • Untuk motherboard non ATX, pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard.
  • Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
  • Hubungkan kabel konektor mouse dan keyboard pada motherboard.
  • Hubungan kabel konektor yang lainnya seperti LED, speaker internal dan port yang tersedia di casing komputer.

Cara Merakit Komputer  

7. Memasang Drive
Untuk memasang drive seperti harddisk, CD-ROM/DVD-ROM caranya yaitu :
  • Masukkan drive dari depan casing. Atur dulu settingan jumper (sebagai master atau slave) pada drive, lalu pasang sekrup supaya drive tidak lepas.
  • Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primer yang dipakai lebih dulu)
  • Apabila kabel IDE terhubung pada 2 (dua) drive, setting jumpernya yaitu drive pertama disetting sebagai master dan satunya lagi sebagai slave.
  • Dan konektor IDE sekunder pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
  • Sambungkan kabel power dari catu daya pada masing-masing drive.

Cara Merakit Komputer  

8. Memasang Card Adapter
Untuk Card Adapter yang bisanya dipasang adalah sound, video card, modem dan SCSI adapter. Cara pemasangannya yaitu : masukkan Card Adapter pada slot yang tersedia di motherboard, lalu tekan sampai konektor benar-benar masuk, kemudian beri sekrup sebagai penahan card.

Cara Merakit Komputer  

9. Tahap terakhir perakitan komputer
Kalau semua langkah-langkah perakitan komputer sudah selesai, kini tutup dengan casing dan beri sekrup. Hubungkan kabel dari catu daya ke soket dinding dan juga hubungkan konektor monitor ke port video card, konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse.

10. Pemeriksaan Hasil Perakitan Komputer
Setelah komputer selesai dirakit, kita lakukan pemeriksaan dan pengetesan hasilnya dengan program BIOS, caranya yaitu :
  • Nyalakan komputer dan monitor, lihat layar monitor dan juga dengarkan suara dari speaker.
  • Nah program Fost dari Bios ini akan otomatis mendeteksi hardware apa saja yang sudah dipasang pada komputer.
  • Lakukan setting untuk nilai dari kapasitas hardisk dan boot sequence.
  • Kalau sudah lalu simpan hasil settingan dan exit dari setup BIOS, maka komputer meload system operasi dengan urutan pencarian yang disesuaikan dengan settingan boot sequence pada Bios.
  • Masukkan CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.

11. Solusi bila terjadi masalah pada hasil perakitan komputer
  • Hidupkan komputer, apabila komputer dan monitor tidak hidup, periksa kabel daya pada colokan listrik sudah terhubung apa belum.
  • Apabila waktu dinyalakan, tampilan layar monitor ngeblank / berwarna hitam, pasti ada kesalahan dan apabila pada CPU terdengar bunyi beep, maka betulkan penempatan RAM / memori pada soket.
  • Apabila card adapter tidak terdeteksi, periksa penempatan card adapter sudah pas apa belum ke slotnya.
  • Apabila LED dari harddisk atau CD menyala terus, periksa konektornya sudah terhubung apa belum.

Popular Posts